my page

Thursday, July 26, 2012

Bahasa Indonesia oh Bahasa Indonesia


Mengakui, aku tidak pandai menulis. Tulisanku jelek, bukan dalam arti menulis dengan tangan. Tetapi menulis dalam arti membuat sebuah paragraf yang bermakna. Ya, tulisanku berantakan, tidak urut, membingungkan, tidak efektif bahkan beberapa diantaranya sama sekali tidak bermakna.

Sebenarnya yang ingin aku jelaskan adalah, keterbatasan, dalam kasus ini, kemampuan menulis, tidak membuat aku serta merta merasa tidak berhak untuk menulis di sebuah blog. Tapi untuk merasa tidak percaya diri pasti ada. Haha.

SPOK dan semacamnya aku kesampingkan. Bukannya menyepelekan, dan menganggap itu tidak penting. Cuma ingin ber ekspresi kok. selama orang mengerti apa yang ingin aku jelaskan lewat tulisan, kenapa harus pusing tentang tata cara menulis yang baik dan benar?. Ber ekspresi tidak harus benar, asalkan masih dalam lingkup orang awam. Yah, walaupun aku sendiri mengakui, bahwa tata bahasa, cara menulis yang benar itu penting untuk dipelajari, untuk TA nanti. Haha.

Dari SD kelas 1 sampai kuliah semester 2. Sekitar 13 tahun. I have been studying Bahasa. Dipelajari sejak masih minta ditemani tidur oleh Ibu, sampai sudah jarang tidur karena tugas kuliah menumpuk. Nilai UN SMP ku untuk bahasa Indonesia hanya 8, kalah dengan bahasa Inggris yang nilainya hampir sempurna. Bukan hal yang patut disombongkan. Apa aku harus sombong, ketika aku tinggal di negara Indonesia, nilai bahasa Indonesiaku di akhir sekolah adalah nilai terendah?.

Apakah ini juga terjadi di negara asing ? . nilai bahasa prancis dan bahasa jerman mereka lebih tinggi dibanding nilai bahasa mereka sendiri ?

Pertanyaannya terlalu jauh...

Apa Cuma aku yang mengalami hal ini?.

 Sepertinya aku punya banyak teman yang senasib.

“aku tinggal di Indonesia, setiap hari aku menggunakan bahasa Indonesia. Aku menggunakan bahasa Indonesia seperti bernafas, tidak perlu banyak dipikir karena sudah di luar kepala”.

Itu dia!

Menggampangkan lalu menyepelekan.

Tidak ada maksud untuk menasehati. Justru tulisan ini untuk menyindir diriku sendiri yang amat sangat tidak fasih dalam berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Dan tidak efektif.


Opiniku adalah “kenapa kita harus belajar bahasa Indonesia?” kalau aku adalah seorang guru serabutan di sebuah SMA, aku akan menjawab. “sebenaranya pelajaran bahasa Indonesia itu memiliki arti:  pelajaran menyamakan tata cara berbahasa Indonesia agar kita dapat berbahasa Indonesia dengan cara yang seragam, sehingga mudah dimengerti orang lain, secara lisan dan tulisan. Bayangkan jika tidak ada pelajaran bahasa Indonesia, mungkin akan tercipta tata cara berbahasa Indonesia dalam versi yang berbeda-beda yang mungkin tidak semua orang tau. Penggunaan imbuhan yang berlainan, penggunaan kalimat berkonotasi, penggunaan SPOK. Dan mungkin lebih konyolnya, tidak akan ada kamus bahasa Indonesia. Karena pasti orang-orang akan menciptakan definisi sebuah kata untuk kalangan mereka sendiri. itu untuk jawaban singkatnya.”

dan jika aku adalah otak, mungkin aku akan berkata “pelajarilah bahasa indonesia, maka aku akan berkembang dan membantumu untuk bisa berbicara dengan baik dan lancar. Jika kau bisa berbicara dengan baik dan lancar maka kau akan pandai menulis juga, kemudian kemampuan menulismu juga berkembang. Dengan begitu kau tidak akan pernah susah berkomunikasi dengan orang lain. Kau manusia kan, makhluk sosial pasti selalu berkomunikasi, ya kan?”.

Mungkin cara berpikirku terlalu dangkal dan naif. Tapi ini pendapat. Hanya pendapat, setuju tidak setuju sudah jadi maklum.

Jika ada pengajar bahasa indonesia yang membaca ini,pasti beliau tidak setuju dengan opiniku =..=. tapi  pola pikirku mungkin bisa dijadikan sampel dari sebagian orang terutama anak SMA, yang mulai jenuh dengan pelajaran Bahasa Indonesia yang terus mereka dapatkan sejak SD. Pola pikir ini bisa dijadikan acuan, bagaimana cara mengajar bahasa indonesia yang lebih mengasyikkan :D

Dan kalau ternyata setuju, aku malah minta maaf. Kenapa minta maaf?. Karena tulisan ini sebenarnya bukan untuk menggurui, tetapi sebagai informasi “oh, ternyata ada orang yang berfikir begini”.
Sekali lagi, minta maaf sebesar-besarnya apabila tulisan ini sangat membingungkan.
Terimakasih sudah membaca. Sekian.


No comments:

Post a Comment