my page

Sunday, March 6, 2011

Mampir minum teh

Rasanya baru kemarin aku masuk SMA.

Tragedi pertama di SMA4. Salah masuk kelas =_=. Sebenernya itu bukan sepenuhnya salahku. Waktu pembagian kelas dilapangan. Pak guru salah nyebut namaku. Yang harusnya Zahrina jadi Sherina. Atau apalah yang bunyinya kayak sherina. Terang aja aku berkutik. Tapi sampai murid terahir di kelas terahir disebut, Namaku juga belum kepanggil. Apa-apaan... Akhirnya sementara aku ditaroh dikelas X.10.

2 hari MOS. Akhirnya aku dapetin kelasku yang sebenarnya.X-5. Benar-benar merepotkan harus berkenalan lagi dengan orang-orang gag dikenal. Nasib. Aku kayak orang ilang dikelas. Tapi ternyata gag seburuk yang aku bayangin.

Suatu hari ada hal yang gag bakal pernah aku bayangin. Menarik perhatianku. Ah,ini SMA ya. Aku ngrasa lebih nyaman ketika aku SMP. Waktu semua orang sibuk dengan dunianya sendiri.

Malas mengatakanya. Tapi saat itu aku mule deket sama cowok (bukan pria!). dari kelas sebelah. Tiba-tiba teringat lagu Taylor Swift-Fifteen. Dimana saat kita berumur 15 tahun udah cinta-cintaan sebelum mereka tau bakal jadi apa. Menyebalkan?ya!. aku merasa bodoh. Untungnya itu Cuma terjadi dalam 6 bulan.

Dikelas XI (sebelas). Aku memutuskan untuk mengambil jurusan IPA. Agak ragu sebenernya. Dan baru sekarang aku sadar. 'kayaknya aku salah masuk jurusan'.

Kelas sebelas emang paling enak. Dan kata orang 'lagi nakal-nakalnya'. Kemudian aku mengulangi suatu kebodohan . Tau apa?. Gara-gara aku naksir salah satu temen dikelas, temen-temen sebangku, bahkan teman yang duduk di bangku belakang juga memusuhiku. Suatu hari, ketika teman sebangkuku memutuskan untuk duduk di bangku lain,dan membiarkanku duduk sendiri. Baiklah itu tusukan yang dalam. Bukan dalam si. Tapi tusukan itu disebabkan oleh pisaunya yang berbentuk seperti kail. Ketika ditusukan, kail itu menancap dan diputar-putar didalam.

Ini Cuma karena urusan cowok. Hey! kacang lupa kulitnya. Tapi sekarang hubunganku dengan teman-temanku itu berangsur membaik. Lega.

Yang bisa aku bilang sekarang "kenapa aku gag mikir kayak gini pas itu?". Tapi tetap aku jalani sampai aku naik kelas tiga.

Duduk di depan dan sendiri. Tak ada bangku yang tersisa dan tak ada teman sejenis yang tersisa untuk menemaniku duduk sebangku. Oke. Awal yang sempurna. Ah, jalani saja toh kelas 3 pasti cepet.(dan itu terbukti).

Ada cahaya yang datang. Makin lama makin terang di kepalaku. Arsitek. Demi apapun. Itu cita-citaku. Mulailah aku mengikuti bimbingan belajar di luar.

Arsitek terlihat lebih rumit. Adakah yang sejenis dan lebih menyenangkan?ADA!

Desain Interior. Jurusan yang aku dambakan saat ini...

Aku pun berkutat pada ambisi ku. Melupakan orang itu. Toh dia gag cocok. Pasti dia bakal nemu yang lebih dari aku. Pasti..(gamapang nian berkata begitu)

Ternyata, aku emang belom terlalu butuh seseorang dikehidupanku selain Tuhan,keluarga dan teman-temanku

Menikmati hari-hari bersama teman-teman. Keluarga..(knapa jadi melankolis gini ya?)

Mulai menemukan siapa aku sebenernya.(ceileeeeh~)

Menyibukkan diri dengan band-band vkei Jepang dan Boyband-boyband korea *kebiaasaaaan =_=. Ningkatin skill nggitar sama nggambar, khususnya perspektif.

Kenapa aku belum menemukan aku yang ini setahun dan 2 tahun yang lalu??!!

Yang ada tinggal nyeselnya aja."hei bodoh!,belajarlah dari pengalaman, banyak pengalaman yang kau dapat saat SMA, itu berarti kau mendapat banyak pelajaran".

Oke!semangaaaaat!

Lho? Sebentar lagi udah mau Ujian Nasional? Cepet banget ya..rasanya seperti mampir minum teh, sebentar aja. Menikmati tehnya.

3 tahun terlewat begitu saja. Cepat. Doakan kami semua bisa lulus ya Allah. Amiin.

Dan aku akan melanjutkan sekolah di ISI *pengennya sih. Demi mengejar cita-cita.

Ada yang bilang "cita-citamu keduwuren". Ah biar aja, kalo bisa diusahain kenapa nggak?

Batu terjal masi ada. Harus dihadapi. Kemudian dibalik batu2 tinggi yang terjal itu terdapat batu penghalang yang besar dan harus di daki untuk melewatinya...

No comments:

Post a Comment