my page

Tuesday, December 4, 2012

Anginku


Bara api dan asap kecil yang menyertai menjadikan ia angin yang tak biasa ku kenal.


awal semester 1
aku kenal dia sebagai sosok yang aku kagumi. Seperti seorang junior yang kagum pada seniornya. Dari cara dia berpenampilan, cara dia membawa diri, cara dia menyampaikan celetukan di tengah perkuliahan.
Beberapa kali aku duduk disebelahnya. Mungkin dia tidak sadar dengan ‘kehadiranku’.
Tidak ada yang tahu

Semester 2
Tanpa sadar aku berada di perkumpulan ini. Para mahasiswa dan mahasiswi seperjuangan. kos laki-laki dekat kampus.
Ada angin itu
masa bodoh. Pikiranku saat itu. memang dia ‘lihat’ aku? . lagipula aku dengar dia sudah ada yang punya.
Dari pertemuan satu ke pertemuan lainya. Hahaha. rasa kagumku memang tidak hilang entah itu tergeser atau bertambah.  Karena di memecahkan imej yang sudah kubentuk. Aku suka bagian ini. anak seni rupa, dikelilingi perokok, tidak merokok. Semakin menarik.

***

Akhir semester 2
Kuakui saat itu juga aku sedang berharap pada seorang pemuda. Pemuda yang (tadinya aku pikir) bisa merubahku menjadi wanita tulen.
 Tapi justru semakin aku cari, semakin non-sense. Semakin aku kenal pemuda itu, semakin aku tau apa arti menjadi diri sendiri.
nyamankah jika kamu memiliki sahabat (lawan jenis) yang kamu kenal dari bagus, koplak sampai gilanya kemudian yang dulunya mencela berubah menjadi orang yang halus lembut perkataan, malu-malu di depanmu, menunggu dipancing dulu, tidak berkata blak-blakan lagi ,karena dia tau kamu punya perasaan terhadapnya. Menurutku, itu hal yang tidak diharapkan dan tidak nyaman.

Lalu munculah perasaan itu. bukan pemuda ini.

Dan setelah aku pikir lagi, untuk kedepannya, aku takut posisiku berubah menjadi ‘bapak ’ karena kepribadianya. Memang aku ingin memiliki posisi itu, tapi tidak dengan kodrat ini -_-.

Angin. benar-benar seperti angin yang berhembus dikepalaku. terlintas. Orang ini memang hanya lewat.
Kami memulai percakapan. Tentang pemuda itu. reaksinya selalu heboh. Saat itu aku tidak sadar atau bisa dibilang belum sadar.


Semester 3
Aku sebut ini dengan awal dari awal. Sisa-sisa cerita pemuda itu masih hangat, padahal dikepalaku itu sudah mendingin.
Lagi dan lagi. aku menunggu. Dulu aku bersumpah untuk tidak ingin kembali pada laki-laki itu. laki-laki yang terus-terusan bolak-balik entah apa maksudnya.

‘Jangan pernah terlalu membenci’ . kenapa? Takut kemakan omongan. Menjilat ludah sendiri. Dan saat itu aku sedang menggerogoti omongan ku sendiri.

Kapan?kapaan? kapan kamu putus sama pacarmu yang kamu curhatin ke aku itu, yang kamu bingung cara ngadepinya itu, yang kamu minta advice gimana cara menghadapi dia itu dan yang kamu bilang mirip aku ituuu. KAPAAAN?!

Hah, bodo amat. Memang apa yang akan aku lakukan? Apa yang mau aku lakukan kalau laki-laki itu kembali? . pacaran? Mau menghadapi lagi masalah yang sama? Aku masih capek. Masih kapok. Dan masih ingin sombong dengan kemandirianku.

Tapi di sisi lain aku terus berharap

Angin. Benar-benar seperti angin yang berhembus dikepalaku. Sekedar lewat.
Bukan. Jangan hanya lewat.
Jangan.

Oktober 2012
Perkuliahan membuatku lupa sekaligus jenuh. ‘Adakah sesuatu yang seharusnya aku butuhkan sekarang?’
Aku tidak tahu. Bukan tidak tahu.
Tidak paham.
Modul party
Karena salah satu mata kuliah, aku sering diskusi denganya. Senang, bisa bertukar pikiran. Gampang diajak bicara tentang ‘menurutmu’,’ sebaiknya’, ‘bagaimana’ dan ‘ternyata’. tidak melulu cerita tentang ‘dulu’ atau keahlian spesial yg dipunya seperti pemuda itu. orang sebelum ini.

Dia bisa dominan. Memimpin.
Rasa kagum itu kembali.

Sejak kapan aku mengharapkan orang ini. Angin ini. Yang kelihatanya bahkan, mmengharapkan saja rasanya tidak mungkin.
Setauku juga dia masih bersama  nona.
Dan sejak kapan juga aku sangat iri dengan sahabat terdekatnya yang juga sahabatku. Dia beruntung. Bukan cemburu. Hanya berharap ..
“coba kalau ada angin-angin yang lain”
Aku butuh
Tapi dimana lagi?kemana lagi?kapan lagi?SIAPA lagi?

Sejak kapan kami sedekat ini?
Mimpi? Jangan.. jangan Cuma mimpi, aku ingin ini nyata

 Bangun din, kamu bermimpi. Tidak mngkin dia selalu ke rumah karena mencariku. Tidak mungkin dia selalu berada di dekatmu dan menyampaikan kata-kata itu. jangan-jangan dia...

Jangan terbawa din, tahan dirimu. Tidak lihatkah kamu kalau dia sedang mengejar pujaanya yang lain? Dia bercerita kalau akhir-akhir ini dia merokok karena stress. Apa yang dia pikirkan?

Lebih tepatnya, siapa yang dia pikirkan?. Kenapa aku berfikir kalau orang itu aku,

Bukan kamu orangnya..sadar.
Tapi aku terlanjur berharap.sangat.


13 November 2012
Aku merasa seperti terbangun dari tidur 1000 tahun. Yang aku lihat dengar dan rasakan benar-benar berbeda. Berubah. Tidak ada yang memprediksi. Bahkan akupun tidak.
Dia di depanku. berdiskusi.
Tentang kami.
Aku tidak ingin bangun dari tidur ini.
Aku memang tidak perlu bangun tidur karena ini bukan mimpi.


“waaah selamat ya, kamu sekarang mendapatkan dia”. Kata salah satu sahabatku.
Kalimat itu, entah kenapa seperti sebuah tusukan. Aku merasa seperti memenangkan lomba merebut hati lelaki. Padahal aku sama sekali tidak melakukan apa-apa. Mendapatkan?memangnya aku menjaring?

November akhir
Sebenarnya ini bukan masalah yang dibesar-besarkan.
Aku hanya ingin tau alasanya, kenapa dia memulai
Dia memainkan rokok ditanganya
Rasanya kakiku melemas

****
Apa yang membuatnya memulai?. Aku kenal dia yang dulu. Kenapa baru sekarang? apa masalahnya di aku? Apa sumber stressnya ada di aku? Apa aku kurang perhatian jadi aku harus melarangnya mati-matian?
Kenapa sekarang?kenapa saat ada aku? Kenapa tidak dari dulu?padahal nona mu yg dulu jauh, yang pastinya dia tidak akan melihatmu merokok

Kakiku lemas, tanganku dingin gemetar, pandanganku tidak fokus .
rasanya seperti melihat kecelakaan berdarah di depan mata.
Seperti melihat binatang peliharaan sekarat..
Perasaan apa ini?
takut?sedih?shock?
atau kecewa? Sebenarnya apa?
aku tidak biasa melarang. Rasanya melarang dia merokok, seperti aku melarang diriku sendiri untuk minum kopi. Nyaris tidak bisa.
Kenapa?apa itu bentuk dari cari perhatianmu?

Desember 2012
sampai sekarang, aku masih merasa seperti orang yang baru bangun tidur 1000 tahun. tiba-tiba semuanya terbalik dan sudah terjadi. 
kapan terakhir kali aku melihat dia sebagai seorang teman, sebagai seorang yang pernah aku harap-harap tanpa kepastian, sebagai orang yang tidak pantas berharap.

Sebenarnya sudah lama aku merasa nyaman dengan orang ini, sejak aku merasa butuh.
Tadinya, aku pikir dia akan sama dengan seseorang. Ternyata berbeda jauh.

Aku nyaris tidak perlu komplain dan menuntut apa-apa lagi, kecuali satu itu...

Bara api dan asap kecil yang menyertai menjadikan ia angin yang tak biasa ku kenal.


Thursday, October 4, 2012

DIE HARD FANS


Kyaaaaaa~~
Teriakan khas komik. Langsung tervisualisasi: seorang wanita (atau para wanita) berteriak saat mereka terkejut, contoh di komik detective Conan, wanita melihat korban pembunuhan. Atau bisa saat seorang wanita melihat sesuatu yang mereka kagumi, entah benda atauu...lelaki.

“ ....Dia mengendarai sepeda motor merah antik yang dia beli di tempat jual beli motor bekas, kemudian dia melihat ke arah kami karena dia sadar kami memperhatikan dia, tanpa disangka-sangka dia menyapa dan tersenyum malu-malu. Kyaaaaa~,manisnya memang tidak dibuat-buat ..”

Sadar dan tidak sadar

Reaksi umum

Pada seorang pemuda

Tapi

Bagaimana dengan seorang

...Dosen?

Katakanlah beliau adalah dosen muda, sudah magang dimana-mana, jam terbang tinggi, gaya mengajar yang asik, cool dan rupawan, satu lagi sebagai bonus, beliau belum menikah. Mahasiswi mana yang tidak bisa menjadi secret admirer beliau?.mungkin itu bisa jadi hal yang wajar ketika mahasiswi bisa tergila-gila pada dosennya. Tapi bukan hal itu yang terjadi di lingkunganku.

Lalu  jika beliau adalah dosen (ehem) senior dengan gaya mengajar yang memang asik dan cool, proyeknya banyak dan keren, tidak bangga membanggakan diri sendiri walaupun tau beliau sudah (jelas) sukses. Mahasiswi mana yang tidak bisa menjadi fans beliau? lebih tepatnya gak bisa jadi secret admirer yang bahkan bisa sampai ada ‘dosen fans club’ . Yaaah, mungkin ada, pasti ada laah, mana ada yang bisa nge fans setengah mati sama dosen senior, yang jelas sudah menikah dan punya anak. dari segi postur serta rambut pun, beliau sudah pantas dipanggil bapak (BUKAN KAKEK).

 Tapi justru itulah yang terjadi pada teman-teman terdekatku di sini. Bahkan aku pun juga begitu -_-. Eits, kami bukan para oedipus complex, karena orientasi kami lebih ke nge-fans. Atau mungkin bisa ke arah situ. Atau bukan ya. Atau iya? Semoga bukan -___- .

Sampai terheran-heran.

Bukan heran karena mereka aneh

Tapi heran karena bisa menemukan teman-teman yang se aneh aku.

Ketika di luar sana para wanita ber-kyaa-kyaa karena lelaki korea atau pemuda rupawan, kami di sini ber-kya-kya karena seorang dosen keren yang merangkap praktisi profesional.

Entah ini berawal darimana, yang pasti teman-teman menuduh aku.

Tidak tau harus senang atau merasa aneh. Merasa aneh karena setiap beliau mengajar, teman-temanku membicarakan beliau sambil ber-kya-kya layaknya para wanita di luar sana sehabis menonton konser super junior.

Mereka jadi semacam ‘DIE HARD FANS’ alias "KIPAS ANGIN ANGEL DIPATENI"  "FANS WANI MATI". (huakak)

Dan merasa senang karena, 1. Teman-teman sejenisku jadi banyak, 2. Teman-teman jadi suka beberapa mata kuliah yang ‘dibintangi’ oleh beliau, yang itu artinya kemungkinan besar jadi makin rajin dan niat kuliah yang artinya lagi mereka jadi punya motivasi untuk mendapatkan poin maksimal, yaitu A.

Dan kalau boleh jujur, pada awalnya aku tidak se-histeris mereka, karena aku tidak punya kawanan -_- dan terbiasa memendam kebiasaan ini dari SD, jadi aku menganggap hal itu lumrah. Dan sewaktu SMA mereka tahu aku punya kebiasaan ini, mereka langsung men-judge aku ‘freak’. Entah ini parah atau enggak, kebiasaan itu baru kusadari akhir-akhir ini. kebiasaan semacam ingin memiliki bapak lebih dari 1, yang di terjemahkan oleh teman-teman ‘menyenangi bapak-bapak’. Padahal aku juga tau bapak kandung gak bakal ada copy –an nya. Tapi, aku dan teman-teman masih bisa suka para pemuda rupawan, yang artinya aku masih normal. Jadi tenang saja, kalian tidak sedang membaca blog seorang oedipus complex.

Memang, yang muda yang cari sensasi. Tapi ini bukan sensasi.

Lalu terciptalah mimpi baru. Bekerja di perusahan dimana beliau bekerja. Maksudnya biar bisa satu tim -_-.

Beginilah jika nge-fans dengan seseorang yang (mungkin)  jelas setiap harinya bisa kami cari di ruang dosen. Karena beliau sungguh sibuk!

Dan siang ini beliau mengajar. Seperti biasa, kami saling lempar pandangan kamu-pasti-tau-maksudku. “lucu banget si bapaknya~”. 
“eh liat gag tadi bapaknya lucu bangeet,hahaha.” 
“aaaa~” 
“modulku gag ku cuci dah” ßmodul interior temanku ini jadi contoh dan dipegang-pegang beliau (ngapain juga dicuci, catnya bisa luntur semua, -___-), 
dan mereka sangat menikmati dadah bye-bye dengan beliau ketika melihat beliau berada di mobil hendak meluncur pulang (dan beliau juga dadah balik dari  jendela mobil yang setengah terbuka sembari menjawab telpon di aifonya), 
lalu menginginkan topi yang sama yang selalu dipakai beliau ketika mengendarai mobilnya. (kok di mobil pakai topi ya -__-)

Dan aku pikir aku tidak punya alasan untuk tidak heran. Karena ini over-freak, tapi aku senang karena aku punya banyak kawanan sekarang.HUAHAHAHAHAHAH

Dan kalianpun tidak punya alasan untuk tidak heran. Heranlah, dan sadarlah, bahwa orang-orang seperti kami itu nyata.

Kyaaaaa~


Monday, September 10, 2012

back light and BW

 Prima's siluet

me and amazing garden room

 this is me. yes it's ME. Mustache is Everywhere

'please freeze for a second dude'

Friday, September 7, 2012

semua bisa melukis

saya masih belajar

seperti  pelukis pada umumnya, memberi judul setelah lukisan selesai, tapi ini belum selesai -_- 

yang ini berjudul : "tapi biarlah"
kenapa aku kasi judul itu? karena seharusnya aku punya cat warna hitam, tapi apa daya, saya tidak punya...tapi biarlah..
haha~

aku bukanya mau sok dan mendadak jadi pelukis, tapi ini permintaan bapak ibu, aku diminta melukis di 6 kanvas sekaligus dan mungkn bisa lebih banyak lagi untuk menghias guest house di kampus tempat bapak dan ibuku bekerja. beliau request 'abstrak ya'. tapi untuk aku pribadi itu kurang abstrak, ini lebih ke impresi kayaknya.

lukisan yang lain sudah dibawa beliau ke kampus, yang ada tinggal 2 itu.
dan aku sendiri gag sadar kalau ternyata semua lukisanku punya elemen bulatan kuning putih mirip matahari -__- . apa itu berarti menggambarkan suasana hatiku yang panas? atau butuh suatu 'cahaya'?. dan mungkin kalian juga akan teringat lukisan van gogh -_-, padahal aku gag bermaksud meniru..

dan saya mau belajar melukis.

one day with Roxatte crew

behind the leaf

semester baru kegiatan baru. aku bukan kru Roxatte sih, cuma ikut bantu2 aja.
emm, Roxatte apaan sih? daritadi ngomongin Roxatte..itu lhoh, tas unyu-unyu. ato kalo mau kepo, ke fb nya dulu barangkali :p , Roxatte Rox

Prima datang dengan wajah yang sumringah, dan tas baru buatanya yang siap dijual sudah nyantol di bahu dengan manisnya. kemudian berkata..
"mau beli tasku ga~~??".

oke sih, aku suka, gambarnya macem2 dan favoritku itu tas yang ada gambar mbak2 rambut merah kupu-kupu, sayangnya aku gag punya gambarnya. 

taraa~
warnanya bikin gemes, dan bentuknya gag neko-neko, haha









yaaah, gimana ya modelnya cantik-cantik mau gaya gimanapun di foto jadi bagus semua -_-, tapi mungkin itu sebagai petunjuk kalau saya memang seharusnya bekerja di balik kamera bukan di depan,haha~


yang punya kamera ada di sampingku tuh, (gag keliatan mukanya) saya belum punya sendiri, masih setia sama nikon pocket camera punyaku,hohoho

prima-farah-aku

JREEENG~ . aku ada di kacamata Ermak~. selamat jadi model ya mak :p


Saturday, August 18, 2012

Bukan sekedar formalitas

Puasa, bukan sekedar menahan haus dan lapar.
Lebaran, bukan sekedar makan ketupat dan maaf-maaf an.

Tidak perlu bagus-baguslah kata2nya.

Bukanya tidak bisa, tapi memang belum bisa.

Selamat Idul Fitri 1433 H
:D

Saya memang tidak dibayar siapapun untuk postingan ini, tapi saya hanya ingin mengatakan.

'mulai dari nol lagi ya'

Selamat silahturahmi dan makan nastar!! :D

Tuesday, August 14, 2012

19 October 1993


I get this from my friend's tumblr post..
19 October 1993
Your date of conception was on or about 26 January 1993 which was a Tuesday. (what the -__-)
You were born on a Tuesday
under the astrological sign Libra.
Your Life path number is 6.

Your fortune cookie reads:
You will spend old age in comfort and material wealth. (aamiin)

Life Path Compatibility:
You are most compatible with those with the Life Path numbers 3, 6 & 9.
You should get along well with those with the Life Path numbers 2, 4, 8, 11 & 22.
You are least compatible with those with the Life Path numbers 1, 5 & 7.
The Julian calendar date of your birth is 2449279.5.
The golden number for 1993 is 18.
The epact number for 1993 is 6.
The year 1993 was not a leap year.

Your birthday falls into the Chinese year beginning 1/23/1993 and ending 2/9/1994.
You were born in the Chinese year of the Rooster.

Your Native American Zodiac sign is Raven; your plant is Ivy. (Raven, that's cool)

You were born in the Egyptian month of Choiach, the fourth month of the season of Poret (Emergence - Fertile soil).

Your date of birth on the Hebrew calendar is 4 Heshvan 5754.
Or if you were born after sundown then the date is 5 Heshvan 5754.
The Mayan Calendar long count date of your birthday is 12.19.0.9.15 which is
12 baktun 19 katun 0 tun 9 uinal 15 kin
The Hijra (Islamic Calendar) date of your birth is Tuesday, 3 Jumadiyu'l-Avval 1414 (1414-5-3).
The date of Easter on your birth year was Sunday, 11 April 1993.
The date of Orthodox Easter on your birth year was Sunday, 18 April 1993.
The date of Ash Wednesday (the first day of Lent) on your birth year was Wednesday 24 February 1993.
The date of Whitsun (Pentecost Sunday) in the year of your birth was Sunday 30 May 1993.
The date of Whisuntide in the year of your birth was Sunday 6 June 1993.
The date of Rosh Hashanah in the year of your birth was Thursday, 16 September 1993.
The date of Passover in the year of your birth was Tuesday, 6 April 1993.
The date of Mardi Gras on your birth year was Tuesday 23 February 1993.

As of 8/14/2012 3:02:28 AM EDT
You are 18 years old.
You are 226 months old.
You are 982 weeks old.
You are 6,874 days old.
You are 164,979 hours old.
You are 9,898,742 minutes old.
You are 593,924,548 seconds old. (@_@)

Celebrities who share your birthday:
Omar Gooding (1976)Chris Kattan (1970)Ty Pennington (1965)
Evander Holyfield (1962)Divine (1945)John Lithgow (1945)
Jeannie C. Riley (1945)Peter Max (1937)Robert Reed (1932)
John Le Carre (1931)Jack Anderson (1922)


Top songs of 1993
Dreamlover by Mariah CareyThat's the Way Love Goes by Janet Jackson
Can't Help Falling In Love by UB40Informer by Snow
I'd Do Anything for Love (But I Won't Do That) by Meat LoafHero by Mariah Carey
Again by Janet JacksonFreak Me by Silk
Weak by SWV (Sisters with Voices)A Whole New World (Aladdin's Theme) by Peabo Bryson & Regina Belle

Your age is the equivalent of a dog that is 2.69041095890411 years old. (Life's just a big chewy bone for you!)

Your lucky day is Friday.
Your lucky number is 6.
Your ruling planet(s) is Venus.
Your lucky dates are 6th, 15th, 24th.
Your opposition sign is Aries.
Your opposition number(s) is 9. (yeah, rotated 180 degree)
Today is not one of your lucky days! (you don't say -..-)
There are 66 days till your next birthday
on which your cake will have 19 candles. (can i have 25?)

Those 19 candles produce 19 BTUs,
or 4,788 calories of heat (that's only 4.7880 food Calories!) .
You can boil 2.17 US ounces of water with that many candles.  
In 1993 there were approximately 4.1 million births in the US.
In 1993 the US population was approximately 248,709,873 people, 70.3 persons per square mile.
In 1993 in the US there were 2,334,000 marriages (9%) and 1,187,000 divorces (4.6%)
In 1993 in the US there were approximately 2,148,000 deaths (8.6 per 1000)
In the US a new person is born approximately every 8 seconds.
In the US one person dies approximately every 12 seconds. (dafuq did i just read @_@)

In 1993 the population of Australia was approximately 17,759,999.
In 1993 there were approximately 260,229 births in Australia.
In 1993 in Australia there were approximately 113,255 marriages and 48,363 divorces.
In 1993 in Australia there were approximately 121,599 deaths. (what the hell -__-)

Your birth flower is MARIGOLD
(I added the picture)

Your birthstone is Tourmaline





The Mystical properties of Tourmaline
Pink Tourmaline promotes female balance and protection. Green Toumaline promotes male balance. (and i love green, what's that mean?. is it coincidence?)
Some lists consider these stones to be your birthstone. (Birthstone lists come from Jewelers, Tibet, Ayurvedic Indian medicine, and other sources)
Opal, Jasper
opal












jasper










Your birth tree is
Maple,
Autumn maple 

















Independence of Mind, No ordinary person, full imagination and originality, shy and reserved, AMBITIOUS, proud, self-respect, hungers for new experiences, sometimes nervous, many complexes, good memory, learns easily, complicated love life, wants to impress.

There are 133 days till Christmas 2012!
There are 146 days till Orthodox Christmas!

The moon's phase on the day you were
born was waxing crescent. 


Click on the picture
for more information.
(dark night -_-)


THANKYOU :DD

source : http://www.paulsadowski.org/BirthDay.asp

Sunday, August 12, 2012

Semester 2 ku


Semester 2 ku.

Dan benar. Ip ku turun 0,2. Mungkin itu selisih yang tidak berarti. Tapi untuk ip, beda 0,05 pun berharga.
Semester 2 ini aku merasa lebih ngoyo. Ngoyo bisa berarti mburu dan gag santai. Iya sih, itu definisi yang tepat. Tapi entah kenapa, semakin aku ngoyo justru hasilnya semakin tidak memuaskan. Kenapa?. Aku sendiri juga tidak tau..

Sebenarnya aku menerima. Tapi yang membuat aku tidak terima adalah. Temanku mendapat ip 4. Magna cumlaude. Sempurna. Yah, aku tidak membenci temanku itu, tetapi aku merasa seperti semakin tertohok. Kemampuan, karakter gambar dan selera kami berbeda, apakah aku harus menyamakan karakter gambarnya dan seleranya agar aku juga mendapat nilai yang tinggi?. Setidaknya cukup tinggi untuk menyamai nilainya. Kemampuan bisa dilatih, bahkan jika mampu, kemampuanku bisa melebihi kemampuanya, tapi apakah pihak yang ‘berwajib’ akan menyukai karakterku gambarku?.

Senior bilang “kalo kamu terpaku sama penilaian dosen, karaktermu bakal mati.”

Kata-katanya betul juga. Tapi kalau dapat ip aja nggak gimana mau cepet lulus?=_=
Sebenarnya aku tidak mau menjadikan hal itu sebagai masalah. justru sebagai batu loncatan agar aku bisa berkarya lebih, entah itu gimana caranya, selama orangtua masih merestui..


A : “emang seni bisa dinilai?”
Aku : ”.......”
A : “nah, gag bisa kan? Kayaknya agak percuma juga kamu sekolah di sekolah seni”

JLEB

Yah, percakapan yang sudah biasa dan lumrah.

“Maaf ya, aku di sini mengambil jurusan desain interor. ITB juga ada desain interiornya. Berarti gag percuma juga aku mengambil jurusan itu di sini, karena lebih deket daripada harus ke ITB.” Alasan paling singkat yang masuk akal.

Atau kalau mau dijabarkan: Desain interior berdiri diantara teknik dan seni. Kalau seni nya saja yang dipelajari, desain tidak akan memiliki fungsi. Kalau tekniknya saja yang di pelajari desain tidak akan memiliki nilai estetis. Semua orang bisa menjadi desain interior tanpa harus sekolah desain. Tapi mereka tidak akan memiliki teknik dan sense of art  atau intuisi setinggi yang dimiliki oleh yang bersekolah.

Paling tidak, mata kuliah di jurusan desain interior tidak semua-semuanya dinilai dari sisi seninya.
Oh, aku tidak tau untuk di jurusan lain seperti seni lukis terutama untuk yang aliran ekspresionis =_=.

Kembali ke ip

Untuk aku pribadi dan bukan untuk siapa-siapa, sebenarnya ip bukan masalah yang penting masih aman untuk melanjutkan ke semester berikutnya.

Tapi untuk orang tuaku?. Aku seakan-akan mengharapkan mereka marah, tapi mereka hanya menghela nafas. Mereka tidak terlihat begitu mempersoalkan ip ku, mereka diam. Tapi karena aku sudah merasa melibatkan perasaan orangtua ku, aku menjadikanya sebuah masalah. Stereotype nya adalah seorang anak harus mempersembahkan nilai/ip yang tinggi kepada orangtua mereka, agar kita senang karena mereka juga merasa bangga dan senang.

Dan aku merasa bertanggung jawab akan tugas itu, meskipun orangtuaku, mungkin, tidak mempersalahkan hal itu. “kamu sendiri tau mana yang terbaik buat kamu, karena ini jalan yang kamu pilih sendiri.”
Oranguaku ingin aku sekolah kedokteran. Tapi aku malah meminta untuk sekolah desain interior. Pantaskah kalau aku mendapat nilai yang rendah sedangkan desain sendiri adalah passionku?.

Aku ingin cepat lulus dengan ip terbaikku.3,5 tahun. Paling lama 4,5 tahun. Aku ingin cepat kerja. bahkan sekarang aku sudah ingin bekerja.
Maksudku, nyambi. Tetapi bukan di ranah interior.
Tapii..

Nasehat senior (lagi) “dek, kalo orangtua masih mampu, mending gag usah kerja dulu, ntar kayak aku,hahaha,” dia jurusan DKV dan sudah 7 tahun, baru lulus kemarin.”emang banyak anak sini yang gag lulus2 gara2 kerja, malah sampai ada yang di DO.” Yah, DO tapi uda ada kerjaan tetap -_-

Dan yang aku mau adalah, kuliah sambil kerja tapi cepet lulus.=_=. Oke, orangtuaku gag ngebolehin “halah, nanti ajalah, sekolah dulu.” Tapi, entah kenapa aku memiliki perasaan dimana aku bertanggung jawab membantu orangtua ku dengan membiayai hidupku dengan kerja kerasku sendiri. yah, okelah sekolah masih dibayari, tapi untuk uang saku?aku seperti merasa ‘udah segede gini duit masih minta.’ Yah, walaupun orangtua tidak keberatan. Dan diantara perasaan orangtuaku yang mungkin seperti ini “kami berharap anak kami bisa membuat kami bangga dengan nilai yang tinggi, bukan dari usahanya untuk mencari uang sendiri selagi kami mampu.”

Oh tidaaaaaaaaak!

Lagi-lagi dilema.
Oke din. Gausah dibuat ribet. Simpel aja sih. Jalanin aja dulu. Kalau ini passionmu pasti nanti jalanya akan lebih mudah. Asal FOKUS.

tupai bisa jatuh, kucing bisa terpeleset, Mac bisa kena virus dan IP bisa turun.

Gag nyambung =___=.

Jadi, nasehat untuk diriku sendiri  ‘kalau punya masalah, dipikir lagi aja, siapa tau itu bisa jadi motivasi diri sendiri untuk jadi pribadi yang lebih baik. Jangan jadiin keterbatasan sebagai penghalang. Pasti selalu ada jalan lain untuk menikmati apa yang kamu inginkan.”

Kalo kata Ahmad Fuadi “bersyukur dan bersabar.”

Dan kalo kata mbak Kelly Clarkson “what doesn’t kill you makes you stronger.”

:D.ZZ




Monday, August 6, 2012

Kucing: tentang Kuro dan Zuko


Aku memelihara 2 kucing di rumah.Kuro dan Zuko.

Kuro : kucing item putih
Zuko : yang kecil ituu (dulu..)

Zuko. Kucing yang datang setelah Mango 'kabur'. lihat mata kirinya yang terluka. mirip Zuko (avatar) kan? maka dari itu kami namai Zuko =_=. udah gitu di punggungnya ada corak putih yang mirip panah,hahaha. entah harus dinamai aang ato zuko,jekaka~

tadinya mereka susah akrab, kayak digambar yang paling atas =_=. tapi akhirnya Zuko gag sadar kalo dia suka tidur bareng Kuro.

JREEEENG, Zuko udah segede ini sekarang. makanya banyak banget dan gag pilih2 makanan. aku takut dia obesitas -__-'. umurnya belom ada setahun soalnya..masi muda.

makin besar dan akhirnya bisa tidur 'sendiri-sendiri'. gag kayak gambar ke 3, Kuro masi bisa ngelingkarin badanya Zuko. liat aja badanya Zuko gimana gag gede begitu kalo kerjanya makan melulu =_=. dan Kuro kalo bukan daging gag mau,zzz..

Kuro: kucing laki-laki yang pendiam. Setidaknya sebelum Mango kabur dari rumah TT_TT. Sejak Mango pergi, Kuro jadi pendiam, pendiam dalam arti, tidak banyak bergerak. Hari-hari nya dihabiskan dengan duduk di teras seakan-akan menunggu kepulangan Mango. Mungkin bisa dilihat lagi cerita Kuro dan Mango sebelumnya. Kuro mango kecil , Kuro Mango tumbuh, ini juga , trus semakin tumbuh, taraa..



Kemarin malam, tepatnya tadi pagi, aku belum bisa tidur dan hanya berputar putar di dunia maya. Yap, facebook, twitter..
Kuro : “kamu punya daging? Aku lapar”.
Aku : “ada, tapi aku gag ada ide apa yang pingin kamu makan. Kamu kurus banget.”
Kuro : (naik ke meja komputer dan duduk dengan nyamannya) “ akhir-akhir ini aku sama sekali gag ada nafsu buat makan makanan yang aneh.”
Aku : “makanan aneh? Nih astor” (meyodorkan astor yang sedari tadi Cuma ku jepit di antara bibir atas dan hidung)
Kuro : (mengendus) “ini bukan daging =_= “
Aku : “memang bukaan”
Zuko : “mana astor??!”
Aku :”kamu tidur aja sana udah kebanyakan makan.”
Zuko : “=_____=”
Kuro : “kok kamu belom tidur, kucing besar lainya udah tidur lho.”
Aku : “belom bisa tidur..hmm.”
Kuro : “dari tadi Cuma di depan..wah!apa ni? Menarik!”. (pegang-pegang monitor)
Aku : “ati-ati cakarmu, music video the gazette, kamu suka?.”
Kuro : ...... (kepalanya naik turun mengikuti gambar yang bergerak cepat)
Aku : “hhhh, kucing =__=” (kubuka tab twitter)
Kuro : “hah!ganti!”
Aku : “aku gag punya ide lagi, mau nulis apa di sini.”
Kuro : “dimana? Di twitter? buat apa sih?kalo kayak gitu kan kamu tinggal cerita sama orangnya langsung.”
Aku : “tapi kan gag setiap waktu juga ketemu mereka.”
Kuro : “apa kamu gag ngrasa aneh, kalo orang lain tau dan akan selalu tau tentang apa yang lagi kamu lakuin ato kamu lagi dimana, ato apa yang lagi kamu pikirin??”
Aku : “aneh sih..kadang aku juga ngrasa takut karena itu. walaupun dan kayaknya gag mungkin bakal ada yang nge-stalker-in aku tapi tetep ada rasa kayak gitu tu.”
Kuro : “sama tu kayak facebook.., aku heran semua kucing besar di rumah ini selalu buka facebook.”
Aku : “tuntutan kehidupan sosial =_=.”
Kuro : “tapi sebelum ada facebook dan segala macem itu, kamu masi bisa bersosialisasi kan?”
Aku : “iya, tapi kan dulu sama sekarng kan beda. Yah..internet .”
Kuro : “aku heran sama kucing-kucing besar, kayaknya mereka selalui dihantui dengan rasa ‘tidak tengok jejaring sosial tidak hidup’ .”
Aku : “justru seharusnya aku yang heran sama kalian, kenapa kalian para kucing bisa begitu menikmati hidup ?? TT_TT.”
Kuro : “ bukanya kita sama?”
Aku : “beda!”
Kuro : “=____=”. “aku boleh minta astornya?.”
Aku : “ nih -..- “

Yaah, aku sendiri juga bingung. Aku ingin sekali bisa hidup tanpa 2 ‘benda’ itu. seperti apakah kehidupanku? Apakah akan ada yang mencari? Apakah orang-orang akan memintaku kembali aktif? Dan yang terakhir..apakah kehidupanku akan lebih baik?
Dengan 1 blog dan 1 deviantArt mungkin lebih baik. Mungkin 2 blog =_=, atau 3 atau 4. Lalu 1 akun di fotografer.net , tapi entah kenapa niatku selalu tertahan, mungkin karena minder -_-a
Hahahaha

Apa jadinya ya?
Aku : “pak internet di rumah di putus aja ya!.”
Bapak : “baiklah, nak!.” *kres (motong kabel LAN pake gunting taman)
Imajinasi yang random -_-

Atau mungkin untuk alamat tertentu, seperti facebook dan twitter tidak bisa masuk. Hmm. Tapi gimana nasib orang rumah lainya -_-

Hp androidku di jual dan beli hp nokia layar monokrom. Biar mati internet
Kalo untuk hp si rela diganti. Tapi syaratnya kasih aku Canon 7D, Macbook Pro, plus Pen tablet Intuos 5 dulu. Huahahaha. Sama aja -_-

Mimpi semimpi mimpinya deh din, ke laut aja!

Intermezo selesai.

Oke yang pasti gag bakalan dah bisa hiatus dari tuiter dan fisbuk. Kalo untuk fisbuk si uda mulai jarang, tapi tuiter~ hahahaha~Kecuali kalo lagi gag ada pulsa =_= .

Update status terus aja sana! SAMPE MAMPUSS!!

Tuesday, July 31, 2012

Nyamanlah menjadi diri sendiri


Yah,lagi lagi dan lagi dan lagi...
A: ‘kamu pernah pake rok gag sih?”
Aku: “ pernah, tapi sekarang uda jarang.”
A: “kenapa gag dipake terus aja”.
Aku : “lagi bosen pake rok, sekali2 aja pake rok biar gag bosen”.
A : “ooo, aku seneng lho liat cewek pake rok keliatan......
BLA BLA BLA BLA BLA BLA BLA

Hampir semua cowok yang aku kenal dekat, mereka berkata begitu,

Kalau mereka temen yang baik, mungkin seharusnya mereka maklum aku yang apa adanya. =_=
Sebenarnya, aku berbohong =_=. Aku tidak terlalu suka pakai rok. Entah kenapa. Dari segi kenyamanan, lebih nyaman pakai celana. Dari  segi penampilan, aku lebih pede pakai celana.

Apa mereka juga memberi nasihat itu ke semua temen ceweknya?. Atau Cuma karena aku berkerudung jadi lebih pantas pakai rok?. Kenapa sih?aku tau maksud mereka. Tapi celanaku longgar-longgar kok =_=.

Jadi selama ini aku pakai rok Cuma untuk menyenangkan hati yang memberi nasihat. Padahal aku menggunakanya setengah hati.

Lalu..

Kemarin Ibu jengkel karena setiap baju yang ibu jahitkan (di tukang jahit) tidak pernah aku pakai. Bukanya tidak suka,aku suka bajunya kalau yang pakai bukan aku. Modelnya terlalu feminin. Dan aku merasa tidak pantas menggunakan baju-baju seperti itu. “yah situ terserahlah, Ibu ada bahanya pilih sendiri modelnya”. Dan yang terpikir dikepalaku adalah kemeja. Ya, kemeja lengan panjang. Aku ingin sekali memiliki beberapa kemeja yang bisa kupakai untuk kuliah. Dan selama ini yang kupakai adalah blazer dengan model santai. Tidak terlalu formal tapi sopan.  Itu saja, ingin sekali kemeja-kemeja dengan warna gelap, hijau tua, biruu tua,  merah marun, coklat tua, hitam. Dan kalaupun ada warna terang, aku pilih putih dan putih gading, bukan kuning apalagi pink.

Tapi keinginan itu tertahan, karena Ibu pasti tidak suka aku memakai setelan seperti itu. kalau untuk Bapak, kelihatanya oke oke saja selama pantas dan rapi. Beliau pasti punya keinginan anaknya terlihat feminin, yah paling tidak seperti adik-adikku. Tapi, bagaimana aku sendiri bisa terlihat feminin kalau aku tidak nyaman memakai pakaian feminin?.

Sudah usaha kok. Untuk terlihat feminin. Rok dan variasi kerudung aku lakukan, Teman-teman ku berkata aku jadi beda dan cantik. Oke.. dan itu hanya bertahan beberapa minggu, setelahnya aku kembali seperti aku yang dulu. Aku sama sekali merasa berbeda. Itu bukan aku. Aku hargai mereka yang berkata “ya ampun, beda din!”. “ih, din kamu jadi cantik lho”. Yah, aku berterimakasih. Tapi sebenarnya aku merasa tidak nyaman. kalian memuji Dini yang palsu.

Aku tidak lantas berpikir kalau aku harus benci teman-temanku karena mereka lebih suka aku yang ‘berubah’. Tidak ada yang lebih nyaman selain menjadi diri sendiri.
Apa aku salah?.

Dan kemarin aku coba lagi untuk membangkitkan sisi femininku, yah, karena aku wanita. Terbelilah sepatu wedges warna putih gading. Aku sendiri malah merasa tidak yakin.”ini akan kupakai berapa kali ya?=_=”. Tapi akhirnya aku tetap memakai sepatu sneaker warna coklat, modelnya agak vintage. Sepatu itu aku beli sebelum wedges putih tadi.

Sekali, aku menggunakan wedges saat paduan suara. Aku harus menggunakan dress merah marun. Polos dan pas di badan. Yah mereka bilang aku cantik. tapi pujian itu tidak berlaku ketika aku kembali dengan celana dan blazerku. Jadi sekali lagi. mereka memuji dini yang sedang tidak nyaman dengan dirinya saat itu.

Sepertinya sejak smp, ketika aku pertama kali meminta rok pada Ibu. yah, senang, berenda dan cantik. Tetapi begitu kupakai aku merasa aneh. Seperti tidak seharusnya aku memakai rok. Kecuali rok sekolah. Kemudian sampai SMA, rok yang kupakai hanya rok sekolah. Itupun aku sobek bagian sampingnya 5-10 cm saat smp. Dan untungnya ketika SMA, bagian samping kanan kiri rok ku diberi ritsleting yang bisa dibuka sampai atas lutut, ritsleting itu selalu aku buka sedikit, kira-kira 10 cm. Bukan untuk pamer betis. Betisku tidak bagus dan kalaupun bagus aku juga tidak akan ada niatan pamer. itu aku buka karena langkahku panjang-panjang. Terlalu malas untuk berjalan ‘sedikit-sedikit’ seperti menggunakan jarik. Tapi bukan berarti aku memiliki tinggi badan di atas rata-rata. Dan Ketika kuliah aku minta bertukar parfum dengan bapakku, aku tau Bapak tidak akan pakai parfumku, tapi aku setiap hari pakai parfum beliau. Kemudian memakai deodoran pria yang sama dengan bapak dan memakai sampo dengan label man(laki-laki) karena suka dengan wanginya.

bisa dibilang tomboy. Yah sebenernya predikat itu ada sejak smp. Tidak diminta, dan tidak ada harapan untuk minta dipanggil dengan sebutan tomboy. Karena saat SMP aku masih ada keinginan untuk tumbuh seperti wanita-wanita feminin, seperti teman-teman dekatku. tapi saat SMA, aku memangkas pendek rambutku seperti laki-laki, aku bermain gitar dan gandrung dengan musik keras (sampai sekarang). tidak ada keinginan untuk pacaran. Tapi keadaan itu tidak bisa dihindari. Selama beberapa bulan aku merasa aneh, dan aku sadar sebenarnya yang aku rasakan adalah “apakah aku pantas mendapatkan perlakuan seperti ini?mendapat perhatian dan segala macam,” tapi aku malah merasa “seharusnya aku yang memberi perhatian”.”kamu tidak ingin kerumahku?baiklah aku yang kerumahmu dan aku yang akan bertemu dengan kedua orangtuamu.”dan selalu merasa bersalah karena aku terlalu cuek dan akhirnya pihak laki-laki ngambek(atau pura-pura ngambek). Ya aku diamkan saja. aku tidak bakalan ngambek karena ngambek bukan salah satu pemecahan masalah.

yah pada intinya selama pacaran atau entah apa namanya itu, aku sama sekali merasa tidak pantas mendapat perhatian itu, karena seharusnya aku yang memberi.”aku anter kamu pulang ya?” aku berkata seperti tanpa mundur kebelakang dan berlaku sebagai yang dibonceng. Alhasil pihak pria ngambek. Dan aku bingung. Aku tau pria merasa berarti (merasa menjadi pria) ketika dia bisa memberikan peran. Tapi aku juga ingin posisi itu. posisi memberikan tumpangan, posisi memberikan tempat duduk dalam bis, posisi “kamu capek?kamu duduk aja dsini biar aku yang berdiri”. Tapi mana ada pria yang ingin di perlakukan seperti oleh wanitanya, mereka tidak akan terlihat kuat dihadapan wanitanya. Mungkin ada yang tidak percaya..tapi sebenernya itu yang aku rasakan.

Sepertinya banyak perempuan yang memiliki perasaan seperti itu. bisa karena mereka lesbian. Atau karena mereka tidak mendapatkan laki-laki yang tepat, sehingga belum cukup untuk membuat mereka  merasa seperti seorang wanita, tepatnya seorang gadis, muda, yang pantas disayangi.

Dan aku bukan lesbian.haha

Pernahkah, kalian merasa. “aku ingin jadi laki-laki saja, mereka lebih simple dan memiliki tanggung jawab yang lebih besar”. (selain karena laki-laki tidak datang bulan)
Bukanya mau meremehkan kemampuan wanita. Wanita juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam membesarkan anak mereka ketika dalam kandungan. Dan banyak juga tokoh-tokoh wanita legendaris yang inspiratif .

Itu yang sering aku pikirkan.”jika aku dilahirkan kembali, aku ingin jadi laki-laki”.

Dan aku menyesal. Tau apa yang aku sesalkan? Kenapa aku tidak bersyukur sebagai perempuan??.

Aku mulai mencoba mensyukuri. Dan sepertinya aku harus mendengar keluh kesah teman laki-laki ku tentang sisi buruk terlahir sebagai laki-laki. Terutama untuk mereka yang agak ‘keibuan’.

Bukanya ingin saling mengutuk ciptaan Tuhan. Kami hanya akan bertukar cerita agar kami saling mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan.

Dan tulisan tentang rok, membawa aku kesini.


Ada tulisan ini:
Cowok pakai baju cewek : “suit,suit, mau kemana cyiiin~”
Cewek pakai baju cowok : “wah, keren. Boleh juga”
--------------
Cowok bawa beban buerat : “ah, biarin, emang harusnya gitu”
Cewek bawa beban berat : “duh,kasian sini saya bawain”
-------------------
Cowok nangis : “yaaah, nangis ya?kayak cewek aja lu,hahaha”
Cewek nangis : “udah..udah, jangan nangis lagi”
------------------------
Cowok jadi fashion designer : “pastiii...=_=(kebayang ivan gunawan)”
Cewek jadi fashion designer : “wah, pasti cantik”


----------------------
Cowok ‘oneng’ : “duh, mau dikasi makan apa ntar keluarganya”
Cewek ‘oneng’ : “gapapa,yang penting cantik”.

Hahahha, untuk yang terakhir tidak usah dimasukin ke hati. Cuma guyonan.

Mungkin memang aku belum menemukan siapa aku sebenernya. Alias masih ababil a.k.a kimcil =_=
Tapi ada quote begini
“Life is not about FINDING yourself. It’s about CREATING yourself”
Kalau memang itu aku yang dulu yang membuat aku yang sekarang, itu ya memang sudah aku. Ya yang begini ini aku.

“berhentilah menyesali staus gendermu. Sebenarnya tidak ada yang perlu disesali, kamu hanya belum selesai menciptakan karaktermu.”

Kutipan dari postingan sebelumnya. Nyamanlah menjadi diri sendiri. tidak menjadi masalah jika aku adalah perempuan yang ke laki-lakian. Yah selama orang masih menerima :p

Mungkin terlalu cepat (atau terlalu lama dan panjang) untuk selesai. Tapi..
Terimakasih sudah membaca :D. Ini hanya unek-unek yang sering berputar-berputar di kepala yang mungkin ada perlunya ditumpahkan. Aku yakin orang lain bahkan temanku TIDAK akan tertarik jika aku membicarakan hal ini. Jadi ada baiknya ditulis saja. Kalau mau dibaca silahkan jika tidak ya tidak apa-apa, tidak ada yang memaksa.

Nyamanlah menjadi diri sendiri J