my page

Sunday, November 14, 2010

aku stress?

Inilah kegiatan sehari-hariku yang sangat “menyenangkan”.semua terasa buru-buru sejak sekolahku melaksanankan jam tambahan pagi bagi murid-muridnya, jam 6.10 WIB siswa mulai menuntut ilmu.

Bangun tidur, liat jam, segera sholat (kalo sempet), lalu mandi,setelah berpakaian,aku sarapan (ngebut). Sikat gigi. Trus capcus kesekolah dianter bapak tersayang.(sekarang seringnya bawa motor sendiri)

Sampai di sekolah, seperti biasa, menaruh tas dikursi, berbincang sebentar dengan teman yang sudah datang, lalu membahas pr (kalo nggak telat). Guru memasuki kelas. Masing-masing murid duduk manis ditempatnya. Aku duduk paling depan dan sendiri. Hahaha,miris. Tak apalah, toh pas smp aku juga duduk sendiri,(karena memang di desain 1 meja 1 kursi). Hmmm, atau terkadang aku ditemani, mereka yang semangat belajar, atau mereka yang kurang jelas melihat papan tulis. Sering juga aku diminta untuk menemani temanku yang bangku sebelahnya kosong karena teman sebangku mereka tidak masuk. Hahaha, aku jadi pengen ketawa. Sudahlah.

Jam istirahat lebih banyak digunakan untuk menyelesaikan tugas, ngobrol, ke kantin atau melihat teman-temanku yang main uno, poker dan segala permainan kartu yang ada (lebay).

Saat pelajaran aku tak luput dari rasa kantuk. Tapi berhubung aku di depan, aku nggak bisa tidur. Dan disela pergantian pelajaran, saat itulah kumanfaatkan dengan sebaik-baiknya.tidur.

Pasti tidak hanya aku. Saat menit-menit terakhir jam pulang sekolah, aku jadi semakin sering melihat jam dinding. ‘Segera pulang dan aku bisa tidur di kasurku yang empuk’ atau ‘cepetan dong,laper banget ni’.yaaah begitulah,,

Begitu bel pulang berbunyi, rasanya seperti segala beban yang menumpuk terangkat sementara, dan anehnya udara disekitar jadi lebih segar dan mudah untuk dihirup.hahahaha.

Karena berangkat diantar, pasti pulangnya dijemput..(jalangkung..jalangkung..datang tak diantar,pulang tak dijemput….).

Kukeluarkan hape ‘paling canggih sedunia’ –ku. Kuketik sms untuk ibunda atau bapak tercinta, yang menyatakan bahwa anaknya ini sudah kangen rumah.ehem.maksudnya pulang. Kalau hari itu aku beruntung 15 atau 10 menit kemudian bapak/ibu ku sudah ada didepan sekolah. Kalau kurang beruntung yaaaa,bisa sampai setengah jam bahkan lebih untuk menunggu bapak/ibu ku datang menjemput.

Tak banyak kegiatan yang bias kulakukan dirumah, selain mengerjakan pr, main gitar, mbaca, dengerin music kesayangan, nonton tv, sampe blogging!.dll(yakin ini tak banyak?)

Yaaah, sebenarnya aku pengen me-menej waktuku untuk lebih banyak belajar daripada nggak belajarnya, tapi gimana ya? Hahaha, susah!..

Jam 8 mataku udah mulai salak (sepet). Tapi biasanya aku masih bisa melek sampe jam 10 bahkan lebih. Hebat kan?(nggaaak)

Ketika tubuhku sudah tidak dapat menjangkau kesadaran (gila?). aku akan pergi tidur.

selesai!

Saturday, November 13, 2010

3D painting



3D street painting!

hebat yaa..gimana caranya gambarnya ya?

bukan editan,teman2..


Sunday, November 7, 2010

lazycum syndrome stadium 4

presentasi fisika..

pr matematika..

MALASNYAAA..(madesu)

merapi...merapi..merapi..,dimana-mana mbahasnya merapi,capek,sepet juga lama-lama liat rumah-rumah ditutupi abu di tv (atos banget nda..), sekali kali mbog aku juga ngrasain abu nya juga di Semarang..(lhohoh??)

ayolaah..SEMANGAT!

Saturday, November 6, 2010

Wedhus Gembel



foto Jum'at 5 Nopember 2010

itu foto yang saya ambil ketika perjalanan menuju ke sekolah, sekitar pukul 6 pagi,, setelah melewati terowongan tol Semarang-Solo, Banyumanik, Semarang.

disebelah timur gunung Ungaran, terlihat gumpalan awan, wedhus gembel gunung merapi yang terlihat dari Semarang, bisa dibayangkan betapa tingginya awan tersebut sehingga bisa terlihat dari Semarang.

Wednesday, November 3, 2010

Merapi kebingungan!



Merapi : aduuuh,rasanya nggak enak banget nii, pengen aku kluarin sekarang..

Awan : eh! Jangan!jangan sekarang! Kasian para penduduk yang ada di sekitarmu..

Merapi : mau gimanaa lagii..brrr,

Pohon : badanmu bergetar-getar terus mer..sepertinya manusia sudah mengetahui kalau kau sudah tak tahan lagi

Merapi : ah, itu bagus, tapi sampai kapanaku harus menahannyaaa..?

Awan : tunggu sampai para hewan turun gunung, itu akan membuat manusia lebih waspada dan akan mengungsi.

Merapi : ughh, baiklah,

Batu : sabarlah sedikit,

Saat senja tiba

Merapi : kawaan, sepertinya sebentar lagi aku akan meletus,

Awan : uhuk-uhuk, yaa sebentar lagi kau bias lega, mnusia sudah banyak yang yang mengungsi,uhuk!debu-debu dan awan panasmu menyiksaku..

Merapi : maaf..maaf,ini tidak akan lama

Angin : gawat!gawat!

Merapi : ada apa??urghh..

Angin : ada beberapa manusia yang masih ada di dekatmu,!dan salah satunya ada Mbah marijan, juru kuncimu itu!

Merapi : hah!kenapa beliau masi ada disini?!kenapa tidak turun?!

Angin : aku juga tidak tau, beliau tetap bertahan bersama beberapa orang lainnya..

Awan : mungkin itu memang jalannya mer..beliau sudah memutuskan ini semua.

Sambil menahan-nahan, merapi mendengar keramaian orang-orang,puluhan kilometer nun jauh disana, meributkan dirinya yang mau meletus.

Pohon : uhuk-uhuk!!aku akan musnah untuk sementara kau bertemu kami lagi dalam beberapa bulan..

Merapi : baiklah pohon-pohon, setelah ini kau pasti akan lebih subur..daa,

Pohon : daaa..uhuk,

Merapi : Urghh,,

Awan : sepertinya sudah saatnya mer..

Merapi : ohuoooook..brrrr(ceritanya suara gemuruh)

Awan : kau batuk hebat mer, awan panas dan batu-batu dari perutmu keluar dan meluncur dengan kencang..

Merapi : brr,aku tau, sebentar lagi aku akan batuk lagi..

Angin : manusia-manusia itu heboh sekali. Jalan-jalan tertutup oleh debu mematikanmu itu, pohon-pohon bersiap untuk mati dan trubus kembali, uhuk, dan aku sendiri membawa debumu..

Merapi : tapi bagaimanapun juga, kalau aku tidak muntah lahar atau batu-batu vulkanik, para penambang pasir akan kebingungan,

Angin : semuanya memang telah diatur oleh yang MahaKuasa Maha Pencipta mer..

Merapi : itu benar ngin,dan aku akan batuk dan muntah lagi..

Keesokan paginya..

Merapi : setelah semalam, aku masih merasa belum enakkan,

Awan : ah, ada apa lagi??sebenarnya ada apa denganmu?

Merapi : entahlah, rasanya aku belum bias tenang untuk beberapa hari ini..

Awan : sudah lama sekali si wedus gembel menutupi puncakmu, sejak kemarin aku hanya berbicara dengan badanmu saja..dan sekarang bertambah banyak..

Angin : ya itu benar..aku membawa kabar bahwa ada gunung lain yang akan bernasip sama denganmu, dan aku harap tidak berakhir sepertimu yang,

Merapi : sejak kemarin kau hanya menyinggungku saja, bolak-balik kesana kemari, itu akan menyebabkan wedus gembel disekitarku terbawa olehmu dan manusia susah mempridiksi perubahan arah si wedus gembel karena kau bolak-balik seperti itu,

Awan : oya!bagaimana dengan kabar mbah marijan??

Angin : beliau telah meninggal dalam sujudnya..

Merapi : ya Allah..Innalillahi wa innailaihi rojiun..

Awan : kami berduka cita atas kematian juru kuncimu itu,mer

Merapi : semoga tak ada rebut-ribut tentang siapa yang bakal jadi pengganti beliau..brrr

Angin : apakah kau akan meletus lagi??

Merapi : entahlah, sepertinya begitu,brrr,aku mengeluarkan guguran lahar lagi, dan awan panas yang mengelilingiku ini sama sekali tidak mau berhenti keluar,lama-lama aku merasa sumuk juga.

Awan : dibawah juga semakin sepi, pepohonan sudah banyak yang mati,binatang-binatang sebagian juga sudah mati,manusia-manusia makin lama makin jauh darimu mer,karena ka uterus batuk-batuk begitu,

Keesokan harinya…

Merapi : uuhuuooookk,brrr,

Angin : ah itu dia.. kau meletus lagi,sudah hamper 8 kali kau terbatuk begitu,

Awan : gawat, awan panas itu makin sukses meluncur karena tak ada lagi pohon-pohon yang menghalangi jalanya!

Merapi : ayolaah,uhuuuuooook!

Angin : kau makin terlihat parah mer,

Awan : makin lama aku tidak bisa melihat tanah dibawah mer,gelap sekali..hujan abunya pekat sekali..

Merapi : kau saja tidak bisa bagaimana aku??awan panas ini sungguh mengganggu dan tak henti-hentinya keluar dari badanku,rasanya tetap panas walaupun sudah banyak yang ku keluarkan..

Cuma ini yang bisa saya dengar dari percakapan gunung merapi, awan diatas,angin dan pepohonan sampai malam ini..aktifitas gunung merapi sangat tidak bisa diprediksi karena sang merapi juga bingung kenapa dia terus menerus mengeluarkan awan panas dan batuan,,

Monday, November 1, 2010

menghilang dari kejaran santai-santai

capeknyoooo...

kakiku habis di makan kram!(makhluk apa pula itu?). sepulang sekolah saya menghampiri kardus rongsok yang ada di pojok kamarku. kenapa saya menghampirinya?. karena di dalam kardus itu ada satu keluarga kucing!


HUOHOHOHO.. lucu sekali kan?
mari kembali ke maksud semula..
lalu aku menyadari bahwa daku punya niat untuk berenang dengan teman-teman sore ini.ciaaat!..hape ku sambar dan langusng ku pencet-pencet tombolnya..lalu "message delivered"
setelah ada kepastian kami berangkat..capcuus..

untuk lebih jelasnya akan saya perkenalkan teman-teman yang bersamaku saat itu..Dwi Wahyu Maharani dan Nurviana Nusantara (aku nebeng dia tadi,hehe,

Dwi wahyu si jenius ternyata takut nyebur ....


tapi dengan usaha yang keras dan tekad yang kuat pasti bisa!!(lho?)
yaaah...kenyataanya memang bisa si..
kakiku sampe kram begini demi ngajarin dia renang,tak percumaa hiiks....(lebaaaay)
(padahal vivin juga ngajarin..)

saat itu kolam tempat kami berenang sepi. lumayan buat menguasai seluruh kolamnya..hahaha..
bersama teman-temanku yang sama-sama dari sma4 tapi beda kelas kami berlatih dasar-dasar teknik berenang. tak lupa guru olahraga bersama kami...
dan entah kenapa suasana saat itu membuatku geli. guru olahraga itu kayak pangeran yang lagi mandi sama permaisuri-permaisurinya...apalagi saat itu suasana sore menjelang malamnya dapet banget..

............................................
dirumah kakiku yang kram-kram ini belum sembuh..padahal besok kata anak-anak kelas lain olahraganya lompat kangkang
mampus...

Thursday, October 28, 2010

are you smarter than a 12th grader??

Oke.baiklah. akan saya mulai saja..sudah keburu pengen nulis,haha!kalo gag nulis-nulis bias-bisa aku dimarahi temenku yang huru hara itu (santé mamen!).
Kami memusingkan beberapa hal yang unik dalam kehidupan ini. Tapi kami juga menemukan sesuatu yang dulu belum kita temukan (yaiyalah). Yang pertama…
Jeng..jeng…
Kami pusing. Kalian juga pasti pusing. Ketika nilai ulangan kalian tidak mendapatkan hasil yang bagus atau hasil yang tidak sesuai dengan dugaan. Misal kita mengira bahwa kita akan mendapat nilai 90 dalam ulangan, karena kita sudah benar-benar belajar. Bimbel pun kalian ikuti dengan seksama. Tapi lihatlah! Kenyataan pahit menjotos kita. Dhuakk!. Kita mendapat nilai 60 sodara-sodara!. Ya. Bagaimana perasaaanmu saat itu?. Pasti dalam hati kita berteriak “ah sial! Seharusnya aku bias mendapat nilai lebih dari ini!” semacam itu. Dengan suara penuh keputus asaan kita bertanya pada si bintang kelas yang ber-beasiswa serta tak ikut bimbel manapun. “dapet brapa kau?” naluri kita yang selalu ingin tahu, membuat kita langsung melongok dan melihat hasil ulangan yang baru dibagikan. Dan terpampang nilai 98 atau 95 atau bahkan 100 disitu.
Oh my God! Kurang apa sih???!.
Sekujur tubuh lemas dan tak ada daya upaya lagi. Itulah yang kami alami. Mengerikan.
Berkali-kali kami menghadapi kenyataan itu. Bahwa kami selalu kalah. Yang kami harapkan adalah paling tidak bisa sejajar dengan si bintang kelas. Karena kami rajin dan dengan sungguh-sungguh mengikuti bimbel. Ketika si bintang kelas berkata dengan penuh keresahan bahwa dia belum sempat belajar dan dia yakin dia akan mendapat nilai jelek. Tetap saja! Nialai 100, 98, 95 menghiasi kertas ulangan mereka. Apa kami kurang rajin dan giat?mungkin. atau kemampuan otak kami tidak sama dengan mereka yang bintang kelas tadi? Mungkin. Kami merenungkan hal itu. Tatapan mata kosong dan pasrah dengan apa yang telah kami hadapi.
Saat itulah kami menemukan sesuatu. Saat hujan mengguyur sekolah saat waktu pulang sekolah tiba. Menemukan bahwa Allah itu memang maha adil. Semua sudah ada jatah dan porsinya sendiri-sendiri. Kalian tau apa yang kami maksudkan?. Pikirkanlah itu baik-baik. Penuh misteri bukan? (bukaaaaan..)
Sadarlah! Lihat teman-teman kita yang kurang diantara kita, tapi lihat juga bahwa mereka sama-sekali tak kekurangan di kecerdasan mereka. Kami memang menyadari bahwa kami kurang dinilai ulangan, tapi kami diberkahi dengan kelimpahan materi. Keduanya kami syukuri Karena semuanya adalah berkah Allah. Kesempurnaan pun hanya milik-Nya, dibalik kekurangan pasti ada kelebihan. Dibalik kelebihan pun ada kekurangan. Jadi begitulah Allah sang maha Adil bertindak.
Tapi kami bukanya pasrah dengan semua itu. Kami akan berusah lebih giat dan konsentrasi dalam belajar serta memperbanyak doa kami pada-Nya.