my page

Sunday, May 13, 2012

seandainya dalam sehari tersedia waktu 48 jam...


Daripada ketiduran di meja karena nungguin print-print an tugas tinjauan desain, mending aku nulis sesuatu sebelum semuanya terlambat (?).
Ada kata-kata yang harus aku camkan sekarang di dalam pikiranku sendiri. Time is Sword.  Waktu adalah pedang. Kalau aku bermain-main dan menyia-nyiakan waktuku, bisa-bisa waktu itu akan membunuhku sendiri. Dan itulah yang aku rasakan sekarang. Berkejar-kejaran dengan waktu. Tawar menawar dengan waktu luang dan memohon-mohon agar dalam sehari terdapat lebih dari 24 jam. Pada siapa?. Bukankah seharusnya itu kesalahanku sendiri karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik?. Iya, memang. Atau memang dalam sehari seharusnya ada 48 jam?.
Sudah 2 hari ini aku kurang tidur (bahkan pernah 3 hari berturut-turut aku tidak tidur sama sekali), syukurnya pagi ini aku masih ada waktu sekitar 3 jam untuk tidur sebelum kuliah dimulai jam 8 pagi. Demi apa? Demi mengerjakan tugas yang  aku tumpuk dan tak kunjung kukerjakan sejak awal pertemuan. Bahkan tugas sketsa interiorku yang sudah kukerjakan lenyap di ruang kelas setelah clipboard sketsa-sketsaku tertinggal dengan sialnya, yang artinya aku harus membuat lagi dari awal.
Semester lalu aku juga sudah mewanti-wanti diriku sendiri untuk tidak menunda-nunda untuk mengerjakan tugas. Yah, tapi apa daya. Selalu ada saja alasan, atau mungkin alibi, agar tugas itu bisa tertumpuk dengan manisnya di tabung gambarku.
Dan sepertinya pagi ini aku sedang sial. Akibat tidak tidur pagi sejak seminggu yang lalu, nafasku terasa berat dan sakit, entah itu karena hawa dingin malam atau kelelahan yang menjadi penyebabnya.
Sejak kuliah dengan ‘jam begadang tinggi’, aku tidak lagi menegenal yang namnaya istilah malam. Ketika jam menunjukan pukul  11 malam, itu masih sangat sore bagiku untuk tidur, dan ketika sudah lewat jam 12 malam, itu sudah terhitung dengan pagi. Dan akhirnya, sekarang am tubuhku hanya mengenal pagi, siang dan sore. Pagi untuk tidur, siang kuliah dan sore foya-foya waktu(ada 2 tipe foya-foya: positif dan negatif. Positif: berdiskusi kritis. Negatif: ngebacot dan jalanjalan sore), yang kebanyakan tidak untuk mengerjakan tugas. Tapi paling tidak selama foya-foya waktu tadi untuk berdiskusi tentang budaya dan hal-hal nowadays, tidak menjadi masalah.
Ada beberapa kata-kata yang pas tentang memnafaatkan waktu dari teman-temanku:
“yang penting kita bergerak maju, jangan diam, kalo nggak ntar kita tergerus sama yang lainya”
Ya yang artinya, paling tidak kita memanfaatkan waktu untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, meskpun itu hanya sedikit, tapi yang penting kita membuat progress.
“Selama kamu melakukan hal-hal yang kamu senangi, itu artinya kamu tidak menyia-nyiakan waktumu”
Kadang quote di atas agak kontra dengan apa yang sedang aku alami sekarang. Aku senang bermain gitar, mengambil foto. Semua hal-hal itu aku senang, tapi itu membuatku mengesampingkan tugas-tugasku.  Dan jika aku mengingat kata temanku itu, yang terbersit di pikiranku adalah “paling tidak kamu punya waktu untuk menyenangkan dirimu sendiri”.

Karena print-print an tugasku sudah selesai, maka sekian saja ..

No comments:

Post a Comment